Bulan Juli 1999 aku dinyatakan positif hamil anak yang ke-2. Tentu saja kami sangat senang dan sangat mensyukuri hal ini.
Saat itu aku masih bekerja di salah satu group II perusahaan consumer good ( ownernya si bapak dengan anak2nya ) yang cukup besar...dan aku memimpin di HRD Corporate-nya.
Bulan pertama kehamilan :
Group perusahaan I : yang ownernya adalah si bapak dengan adik2nya mengalami musibah besar di mana seluruh karyawan di HRD Corp. group tersebut mengalami kecelakaan, 2 orang tewas seketika dalam insiden di jalan tol cibubur.
Malam itu ketika mendapatkan kabar dukacita itu aku langsung meluncur ke Rumah Duka Abadi - Jelambar untuk melihat 1 jenasah temanku. Ya..TUHAN...dalam kondisiku yg sedang hamil muda..aku harus menguatkan mentalku menghadapi kenyataan temanku sebelah ruangan kerja yang paginya masih mengobrol di ruang kerjaku...tapi malam itu sudah membujur kaku di kamar jenasah.
Spontan aku pegang perutku sambil berucap begini : " Adek..., adek harus kuat ya... ! ". Aku reflek mengajak anak dalam kandunganku supaya kuat karena mau tidak mau nanti mamanya harus menggantikan seluruh tugas HRD Corp. krn tidak ada lagi staff yg hidup di HRD Corp Group I.
Esok harinya aku harus ke RS. PMI Bogor untuk mengurus Surat Kematian temanku satu lagi yang saat kecelakaan, jenasahnya dilarikan ke RS PMI tsb. Ya..TUHAN...kembali mentalku diuji.., aku harus memasuki kamar mayat..dan di depan pintu kutemui..seorang petugas memandikan jenasah yang tak dikenal...!!! Dan malam harinya...jenasah temanku yang ada di kamar jenasah RS PMI Bogor sampai di Rumah Duka Abadi....dalam keadaan muka yang hancur...Ya..TUHAN..kembali aku bergumam dalam hati...supaya aku kuat melihat semuanya...
Masih belum selesai pekerjaanku, karena 1 orang temanku masih kritis di ruang ICU RS. UKI selama 1 bulan sebelum ahkirnya diapun meninggal menyusul ke-2 temannya...
" Selamat Jalan Teman-teman....", begitu ucapku di pemakaman dan pembakaran jenasah teman-ku itu.
BULAN KE-2 dst :
Aku mengalami proses kehamilan yang aku bilang sungguh tidak mengenakkan. Bagaimana tidak..., kondisi fisikku sedikit lemah...karena..untuk berjalan beberapa langkah saja saya sudah merasa letih sekali. Bahkan untuk dudukpun saya tidak kuat lebih dari 5 menit.., jadi waktuku lebih banyak kuhabiskan dengan berbaring. Makanpun saya tidak mau makan kecuali sayuran dan lauk yang direbus.
Belum lagi kondisi bayiku yang sudah LUAR BIASA gerakkannya..( padahal kalau normal, janin baru mulai bergerak saat umur 4 bulan ).
Alhasil..aku lebih banyak TIDAK MASUK KERJA.
Dan herannya setiap aku kontrol ke dokter kandunganku yang berpraktek di salah satu RS Swasta di Jakarta Selatan..., dokter itu ( WANITA ) selalu bilang begini : " IBU.., KALAU MERASAKAN SAKIT ATAU TIDAK ENAK SAAT HAMIL, IBU JANGAN TERLALU RASAKAN / MANJA..." .
Sempat kesal juga saat itu dan kujawab begini : " Dokter, saya pernah hamil anak pertama...dan pada waktu hamil anak pertama itu di bulan ke-8 saya mengalami kelumpuhan mulai dari pinggang sampai kaki..., jadi saya tahu kalau hamil itu seperti apa rasanya... Tapi setelah melahirkan anak pertama..saya sehat bahkan saya bisa melahirkan secara NORMAL dengan berat badan bayi saya 3,8 kg Dok ". Tapi..si dokter tetap dengan pendapatnya bahwa saya tidak boleh MANJA..
BULAN KE- 6 :
Aku sudah merasakan keganjilan pada kehamilan ke-2 ini. Mengapa ? Karena hampir setiap sore menjelang malam saya selalu mencium bau aroma HIO...( dan tidak ada satu orangpun di sekitar rumah kami yang memasang HIO ). Belum lagi..kondisi perut saya..OVER ..karena berat janin saya hampir sama dengan janin umur 9 bulan padahal saat itu baru memasuki bulan ke-6. Sampai kalau berjalan..aku pegangi perut saya karena terasa berat sekali...
Tapi tetap saja dokter bilang : NORMAL. Malah waktu di USG...dokter menyatakan aku mengandung ANAK KEMBAR IDENTIK ....jenis kelamin laki-laki. Saat itu dokter berkata : Bu, nanti kalau anakknya lahir..boleh tidak saya mengadobsi 1 bayi ibu karena saya ingin sekali punya anak laki-laki ( krn ke-2 anak dokter itu perempuan semua ).
JANUARI 2000 :
Aku harus masuk Rumah Sakit karena saya mengalami flek. Kami kira hanya sebentar harus nginap di rumah sakit....ternyata....( selama 1 bulan lebih )
Kehamilanku ahkirnya mengundang pertanyaan team dokter di RS tsb. Hingga suatu hari dokter kandunganku merekomendasikanku untuk diperiksa di RSCM. Ahkirnya pagi itu saya, suami dengan ditemani 1 orang perawat, saya dibawa ke RSCM untuk USG di sana. Saya didorong dengan kursi roda. Bisa dibayangkan tidak..., seluruh tubuhku membengkak. Pipi, tangan, kaki...bengkak semua..sehingga badanku memenuhi kursi roda tsb.....
SAAT USG :
Aku di USG oleh 1 orang PROFESOR dengan teamnya. Dan apa yang dikatakannya sungguh2...seperti BUNYI HALILINTAR di telinga kami...
Mula2 Prof bertanya pada saya : " Ibu..., suami ibu orang mana ? Lalu saya jawab : Lampung, Prof. " Kemudian dia bertanya lagi : " Siapa yang bilang kalau ibu hamil anak kembar ? " Mendengar itu...perasaanku...sudah tidak enak... PASTI ADA SOMETHING yang gak beres nih.
Lalu saya jawab : Ya dokter X dong Prof...."
Kemudian Prof memarahi dokter X itu dengan bilang begini.. : X, kamu kalau bekerja itu yang teliti dan jangan ceroboh. Siapa bilang janin ibu ini kembar. Ini JANIN TUNGGAL... dan harus segera di- HENTIKAN KEHAMILANNYA...., karena ini JANIN RUSAK / TIDAK SEHAT "
Ternyata pertanyaan Prof tentang suami saya itu berasal dari mana, bukan pertanyaan basa-basi tetapi mengarah pada penyebab kelainan janinku....
Saat itu...JANTUNG saya seakan berhenti sesaat. JANIN TUNGGAL ? HARUS DETERMINATE ???
Oh..TUHAN...jangan...!! Dia anakku..., jangan biarkan dia menderita dan meninggalkan kami sebelum kami melihatnya hidup... !!
SEJAK SAAT ITU :
Setelah USG I dengan Profesor.., kondisiku sungguh2 dipantau oleh team RS di mana aku dirawat. Sebenarnya...aku harus segera menghentikan kehamilanku. Tapi AKU dan SUAMI ku bersikeras...TIDAK MAU menghentikan kehamilanku. Karena KAMI SANGAT PERCAYA AKAN " MUJIJAT TUHAN ".
Kami bayangkan..seandainya anak kami sdh dipaksakan MATI tapi ternyata dia lahir dengan kondisi NORMAL secara fisik..., apakah kami TIDAK AKAN MENYESALI seumur hidup ?
Lalu siapa lagi yang bisa membela kondisi janin dalam perutku kalau bukan kami ORTU-nya.
Hampir setiap hari team medis di RS sakit itu selalu menterorku dengan pertanyaan : " IBU.., kapan ibu mau HENTIKAN KEHAMILAN IBU ? KARENA NYAWA IBU TERANCAM...? "
Oh...TUHAN.... AKU dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tidak mengenakkan karena :
1. Seandainya aku teruskan kehamilan.. : kondisi fisikku saat itu sudah lemah karena...perutku setiap saat terasa sakit kalau janin bergerak...pasti perutku akan kencang dan kaku...belum lagi aku hanya bisa tidur terlentang dan harus ditopang bantal di punggungku karena beban badanku sangat berat sehingga kasurnya menjadi keberatan. Lalu tekanan darahku naik terus...tanpa merasakan pusing sama sekali. Kulit di perutku saja sudah seperti balon yang kalau diisi air terlalu banyak kelihatan sangat tipis...
Karena berat badanku naik hampir menjadi 22 kg lebih...sangat over...
2. Seandainya aku gugurkan anak ini : Dia adalah anakku..., darah dagingku... Masa aku tega dan kejam sekali pada darah dagingku sendiri.
Akhirnya semuanya aku pasrahkan pada kehendak ILAHI. Aku selalu bilang begini : Tuhan...seandainya dia KAU ijinkan hidup..pasti dia akan lahirdengan sehat, tapi jangan biarkan MULUTKU yang mengucapkan... " IYA DOKETR, SAYA SETUJU UNTUK HENTIKAN KEHAMILAN INI ".
Saya hanya ingin TUHAN yang mengatur. Seandainya dia harus meninggal..., biarkan dia meninggal di dalam kandunganku atau dia lahir lalu langsung meninggal.., tapi jangan aku yang hentikan NAFASnya...., biarlah TUAHN yang ambil nafasnya..., biarlah TUHAN yang mengatur kehidupannya...
Itulah bunyi doaku setiap hari....
Beberapa hari kemudian saya dibawa ke RSCM untuk dambil darah janin...untuk di teliti. Team dokter mengelilingi saya waktu akan diambil DARAH JANIN dari atas pusarku....dan apa yang terjadi....???
Ternyata DARAH JANIN-ku yang diambil sebanyak 2 tabung suntik..warnanya KUNING seprti sirop... Warnanya bukan merah lagi....dan pihak LABORATORIUM tidak bisa untuk menelitinya karena...darah sudah rusak.
Ahkirnya Prof angkat tangan : " Ibu.., maaf saya tidak dapat menyemai untuk meneliti apa penyebab semua ini karena darah janin ibu sudah rusak...".
Singkat cerita..., saya tetap dengan IMAN saya bahwa saya sangat percaya akan MUJIJAT TUHAN !!
2 HARI SEBELUM OPERASI :
Malam hari saya bermimpi, saya menggendong seorang bayi...dan saya di datangi begitu banyak anak kecil mengaku pasukan surga yang mau mengambil anak saya. Lalu saya bilang pada mereka : " Kalau benar KALIAN UTUSAN KERAJAAN SURGA, COBA TUNJUKKAN CAP KERAJAAN SURGA. Seandainya ADA.., baru saya akan serahkan anak saya ini pada kalian.., karena TUHAN SENDIRI yang menyuruh KALIAN untuk mengambil anak saya !! " Begitu saya menantang mereka, dalam mimpi saya. Setelah itu..mereka pergi...tanpa membawa anak saya.
Saya terbangun...dan merenungi apa maksud mimpin saya. Kami ambil kesimpulan bahwa kami harus tetap dengan keputusan kami untuk mempertahankan janin ini apapun kondisinya dan apapun resiko yang harus aku hadapi....walau aku merasakan sakit, sampai YANG PUNYA SENDIRILAH yang mengambilnya.
2 hari kemudian..(tanggal 4 FEBRUARIi 2000) :
Menjelang magrib..., saya merasakan ada yang lepas dari tengkuk saya...sesuatu udara yang hangat. Spontan saya berujuar pada suamiku : " Wah Pa..., si ADEK sudah pergi....". Ternyata benar..., waktu suster memeriksa denyut nafas janin saya..., denyut itu sudah tidak teraba lagi....walaupun dicek berkali-kali
Suster terlihat panik dan menelpon dokter. Sekitar jam 9 malam dokter datang langsung meng-USG saya.... USG yang dilakukan dokter saja hampir 1 jam lamanya...untuk memastikan apakah benar anakku sudah tidak ada lagi nafasnya...
Hasilnya ternyata..." BAYI IBU SUDAH TIDAK ADA LAGI ",... dokter berkata dengan berlinang air mata ( padahal harusnya air mata itu jatuh dari mataku sendiri..tapi aku tidak menangis ).
Tapi...saya justru SANGAT BERSYUKUR, saya bilang ke dokter : " Dokter..., saya bahagia, saya bersyukur karena saya dan anak saya dilepaskan dari penederitaan ini. Anak saya sudah tidak menderita kesakitan lagi... dan sayapun terlepas dari dilema ... ". Saya bahagia karena TUHAN sudah mendengar doa saya bahwa hanya TUHAN yang mengambil nyawa anak saya tanpa saya harus menghentikan nafas anak saya Dok ".
Aku sendiri heran..kenapa aku tidak merasa SEDIH atau KEHILANGAN saat itu. Yang ada di HATI-ku hanya PERASAAN SYUKUR dan berterima kasih pada TUHAN atas MUJIJAT-Nya untukku dan untuk kami semua.Karena aku dan suami merasa itulah yang terbaik untuk kami semua....
Tapi persoalan lain muncul : malam itu aku tidak bisa operasi untuk mngeluarkan JANIN yang sudah MENINGGAL..., karena TENSI darahku di atas 200 sehingga tidak boleh opreasi karena kalau dioperasi...darhku sulit untuk membeku...terlalu BERBAHAYA menurut para dokter. Para medis agak panik malam itu karena aku mengandung jenazah..yang harus segera dikeluarkan..karena kalau tidak dikeluarkan...bisa2 pembuluh darah janin pecah dan meracuni aku sehingga akupun bisa ikut TIDAK ADA karena keracunan.
Supaya tensi turun, hampir tiap 1/2 jam sekali aku diberi obat penurun tekanan darah baik pil, suntikan supaya tensi turun dan aku segera dapat dioperasi.
5 FEBRUARI 2000 :
Hari itu adalah TAHUN NAGA EMAS yang menurut banyak orang tahun keberuntungan.
Pagi sekitar pukul 7 lebih..., tensi darahku dirasa cukup aman oleh dokter untuk segera dioperasi. Maka saya segera dichek keseluruhan. Sebelum masuk kamar operasi...KELUARGA BESAR-ku sudah berkumpul dan mendoakan aku yang harus bergelut dengan maut kembali. Herannya..." TIDAK ADA SATU KEKAWATIRAN- pun " yang aku rasakan.Padahal aku melihat wajah seluruh keluarga besarku saja terlihat sangat kawatir dan sedih. Aku hanya tersenyum...lepas..., BAHAGIA dan PASRAH...
Sesaat sebelum dibiuspun aku berpesan pada dokter bius bahwa aku tidak mau melihat anakku karena aku berkacamata dengan minus tebal..., dan efek bius pasti membuat aku tidak akan jelas melihat kondisi anakku. Daripada nanti aku penasaran lalu drop...lebih baik tidak melihat. Karena aku masih punya tanggung jawab untuk mengasuh anak pertamaku yang masih berumur 3 tahun...saat itu.
Lalu dokter bius bertanya padaku : " Ibu, ibu rela dan iklas untuk tidak melihat bayi ibu ? " Aku menjawab : " Saya sangat RELA & IKLAS dokter.., karena kami sudah bersama selama hampir 7 bulan ini. Biarlah dia pergi dalam damai dokter..". Dan dokterpun berkata : " Ibu benar...keiklasan itulah yang membuat janin ibu bertahan sekian bulan...karena kalau secara medis, kasus seperti ini akan membuat paling lama janin bertahan hanya 3 bulan, selebihnya dia akan gugur.., karena secara nalurisi janin ingin selalu dekat dengan ibu ".
Ahkirnya gunting operasi menyobek peruku..., dan sayup2 aku mendengar dokter berteriak : " TABUNG-TABUNG...cepat bawa tabung...banyak AIR keluar dari perut ibu ini... "
Ternyata....sekitar 3 liter air keluar dari perutku yang tertampung di tabung....AIR...
Yang membuat hati kami terhenyak...KONDISI BAYI kami : Seluruh kulit luarnya mngelupas..., yang tertinggal hanya kulit yang terdalam yang membungkus daging & tulangnya. Pantes...dia selalu bergerak kencang saat di perut..., ternyata..AKU KESAKITAN MAMA.. ( mungkin kata-kata itu yang mau dia ucapkan ke mamanya ).
Aku memang tidak melihat anakku..., aku melihatnya hanya dari fotonya saja..., itupun setelah 40 hari.
Siang hari jenazah anakku dimakamkan di Kampung Kandang dan diberi nama : " GILBERTUS NATUS SATOTO yang artinya ANAK YANG LAHIR DENGAN PENUH PERJUANGAN BERAT DARI SEMUANYA ".
Malam hari antara sadar dan ..., aku merasa di pundakku ada yang memegang...sebuah tangan mungil. Spontan aku bilang..., " SELAMAT JALAN SAYANG, MAAF TADI MAMA & PAPA GAK NGANTER ADEK SAMPAI DIMAKAMKAN. SELAMAT BERBAHAGIA DI SURGA NAK. JADILAH MALAIKAT KECIL TERUS UNTUK MAMA...". Ya...anakku jadi NAGA BONAR yang sudah terbang ke SURGA untuk ikut menjaga mama-papa dan kakaknya...
KESIMPULAN SECARA MEDIS :
1. Anakku terkena " ERRYTO HIDROP FETALIS " : yang menurut dokter darahnya menjadi rusak dan hancur. Dan kalaupun dia lahir...tindakan yang bisa dilakukan spt :
a. membuang darahnya yang asli lalu digantikan dengan darah yang baru atau dengan
b. masuk NICU dan tubuh anak akan diselimuti oleh banyak kabel yang menopang hidupnnya
seumur hidup.
Tapi menurut dokter semuanya akan sia-sia karena begitu lahir bisanya si anak langsung meninggal. Mengapa si janin bisa tumbuh selama ini itu karena anak masih mendapatkan survum ( suplay oksigen dan makan dari ibu ).
2. Awalnya diagnosa dokter mengatakan bayiku KEMBAR IDENTIK ...., ternyata itu merupakan " HALO / BAYANGAN ". Memang beberapa kali USG kami melihat di layar bahwa ada 2 gerakan janin dan 2 denyutan jantung. Tapi ternyata itu hanya merupakan bayangan saja.
3. Sebenarnya waktu itu jenasah anakku mau diotopsi oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya. Tadinya diperkirakan oleh dokter karena " KELAINAN RHESUS " ( pertanyaan prof ttg asal suamiku ternyata dia kira aku menikah dengan orang eropa yang kadang rhesusnya bertentangan dengan rhesus orang asia ). Mengapa team dokter ingin mengetahui penyebabnya. Karena mereka agak bingung, setelah kami ( saya dan suami dichek lengkap ttg darah dll...kami normal semua...). Tapi keluarga besar kami tidak mengijinkan untuk diotopsi..., biarlah anakku tidur tanpa harus diotak-atik lagi.., kasian dia..selama di kandungan sudah menderita sakit...dan mau dimakamkan pun harus dibedah dulu...tidak usah begitu pertimbangan kami.
Sebenarnya kasus kehamilan yang aku alami ini merupakan kasus yang jarang terjadi, ibaratnya 1 : 1000 wanita Indonesia...begitu menurut Prof. Makanya team medis ingin sekali meneliti bayiku.
Itulah sepenggal cerita hidup dariku...seorang IBU yang harus berjuang dalam MENGANDUNG sampai MELAHIRKAN BUAH HATINYA. Aku bukan ingin dikatakan sombong, tapi aku hanya ingin berbagi kisah...bahwa dalam masa mengandung sampai melahirkan.., kita harus selalu teliti & terutama kuat dengan resiko apapun...demi anak...
Resiko untuk tidak bekerja lagipun dengan senang hati aku terima..karena aku ingin..anak2ku..aman dalam dekapanku... Aku tidak menyesal harus keluar dari pekerjaanku dulu...
Karena menurutku.., "Ibaratnya Uang seberapapun banyak kita cari & kita dapat tapi kalau TUHAN BILANG HABIS...maka akan hilang...; begitu pula kita tidak ingin anak...tapi kalau Tuhan bilang DAPAT...pasti akan kita peroleh...ataupun sebaliknya.... "
Hanya ke-Pasrahan TOTAL & SYUKUR yang harus selalu kami panjatkan untuk-NYA.
Aku ingat kata-kata yang diucapkan oleh ibuku waktu melahirkan anak pertamaku dulu : " Jadi seorang IBU itu harus KUAT & punya Tenaga ekstra... Kamu tahu...seorang wanita diberikan Tuhan mental & tenaga melebihi laki2 di saat-saat tertentu..." Dan itu benar...aku alami.
Jadi...., JANGAN BIARKAN BUAH HATI KITA YANG SUDAH TERLAHIR... MENDERITA KARENA KITA ORANG TUANYA...karena dia hanyalah TITIPAN TUHAN . Tugas kita hanyalah mengasuh dengan sebaik2nya..penuh SENYUM & CINTA tanpa terpaksa, tanpa amarah dan penyesalan ...hanya untuk mereka.....anak yang manis-manis !!.... :)
GBU ALLS...from ME... :)
Saat itu aku masih bekerja di salah satu group II perusahaan consumer good ( ownernya si bapak dengan anak2nya ) yang cukup besar...dan aku memimpin di HRD Corporate-nya.
Bulan pertama kehamilan :
Group perusahaan I : yang ownernya adalah si bapak dengan adik2nya mengalami musibah besar di mana seluruh karyawan di HRD Corp. group tersebut mengalami kecelakaan, 2 orang tewas seketika dalam insiden di jalan tol cibubur.
Malam itu ketika mendapatkan kabar dukacita itu aku langsung meluncur ke Rumah Duka Abadi - Jelambar untuk melihat 1 jenasah temanku. Ya..TUHAN...dalam kondisiku yg sedang hamil muda..aku harus menguatkan mentalku menghadapi kenyataan temanku sebelah ruangan kerja yang paginya masih mengobrol di ruang kerjaku...tapi malam itu sudah membujur kaku di kamar jenasah.
Spontan aku pegang perutku sambil berucap begini : " Adek..., adek harus kuat ya... ! ". Aku reflek mengajak anak dalam kandunganku supaya kuat karena mau tidak mau nanti mamanya harus menggantikan seluruh tugas HRD Corp. krn tidak ada lagi staff yg hidup di HRD Corp Group I.
Esok harinya aku harus ke RS. PMI Bogor untuk mengurus Surat Kematian temanku satu lagi yang saat kecelakaan, jenasahnya dilarikan ke RS PMI tsb. Ya..TUHAN...kembali mentalku diuji.., aku harus memasuki kamar mayat..dan di depan pintu kutemui..seorang petugas memandikan jenasah yang tak dikenal...!!! Dan malam harinya...jenasah temanku yang ada di kamar jenasah RS PMI Bogor sampai di Rumah Duka Abadi....dalam keadaan muka yang hancur...Ya..TUHAN..kembal
Masih belum selesai pekerjaanku, karena 1 orang temanku masih kritis di ruang ICU RS. UKI selama 1 bulan sebelum ahkirnya diapun meninggal menyusul ke-2 temannya...
" Selamat Jalan Teman-teman....", begitu ucapku di pemakaman dan pembakaran jenasah teman-ku itu.
BULAN KE-2 dst :
Aku mengalami proses kehamilan yang aku bilang sungguh tidak mengenakkan. Bagaimana tidak..., kondisi fisikku sedikit lemah...karena..untuk berjalan beberapa langkah saja saya sudah merasa letih sekali. Bahkan untuk dudukpun saya tidak kuat lebih dari 5 menit.., jadi waktuku lebih banyak kuhabiskan dengan berbaring. Makanpun saya tidak mau makan kecuali sayuran dan lauk yang direbus.
Belum lagi kondisi bayiku yang sudah LUAR BIASA gerakkannya..( padahal kalau normal, janin baru mulai bergerak saat umur 4 bulan ).
Alhasil..aku lebih banyak TIDAK MASUK KERJA.
Dan herannya setiap aku kontrol ke dokter kandunganku yang berpraktek di salah satu RS Swasta di Jakarta Selatan..., dokter itu ( WANITA ) selalu bilang begini : " IBU.., KALAU MERASAKAN SAKIT ATAU TIDAK ENAK SAAT HAMIL, IBU JANGAN TERLALU RASAKAN / MANJA..." .
Sempat kesal juga saat itu dan kujawab begini : " Dokter, saya pernah hamil anak pertama...dan pada waktu hamil anak pertama itu di bulan ke-8 saya mengalami kelumpuhan mulai dari pinggang sampai kaki..., jadi saya tahu kalau hamil itu seperti apa rasanya... Tapi setelah melahirkan anak pertama..saya sehat bahkan saya bisa melahirkan secara NORMAL dengan berat badan bayi saya 3,8 kg Dok ". Tapi..si dokter tetap dengan pendapatnya bahwa saya tidak boleh MANJA..
BULAN KE- 6 :
Aku sudah merasakan keganjilan pada kehamilan ke-2 ini. Mengapa ? Karena hampir setiap sore menjelang malam saya selalu mencium bau aroma HIO...( dan tidak ada satu orangpun di sekitar rumah kami yang memasang HIO ). Belum lagi..kondisi perut saya..OVER ..karena berat janin saya hampir sama dengan janin umur 9 bulan padahal saat itu baru memasuki bulan ke-6. Sampai kalau berjalan..aku pegangi perut saya karena terasa berat sekali...
Tapi tetap saja dokter bilang : NORMAL. Malah waktu di USG...dokter menyatakan aku mengandung ANAK KEMBAR IDENTIK ....jenis kelamin laki-laki. Saat itu dokter berkata : Bu, nanti kalau anakknya lahir..boleh tidak saya mengadobsi 1 bayi ibu karena saya ingin sekali punya anak laki-laki ( krn ke-2 anak dokter itu perempuan semua ).
JANUARI 2000 :
Aku harus masuk Rumah Sakit karena saya mengalami flek. Kami kira hanya sebentar harus nginap di rumah sakit....ternyata....( selama 1 bulan lebih )
Kehamilanku ahkirnya mengundang pertanyaan team dokter di RS tsb. Hingga suatu hari dokter kandunganku merekomendasikanku untuk diperiksa di RSCM. Ahkirnya pagi itu saya, suami dengan ditemani 1 orang perawat, saya dibawa ke RSCM untuk USG di sana. Saya didorong dengan kursi roda. Bisa dibayangkan tidak..., seluruh tubuhku membengkak. Pipi, tangan, kaki...bengkak semua..sehingga badanku memenuhi kursi roda tsb.....
SAAT USG :
Aku di USG oleh 1 orang PROFESOR dengan teamnya. Dan apa yang dikatakannya sungguh2...seperti BUNYI HALILINTAR di telinga kami...
Mula2 Prof bertanya pada saya : " Ibu..., suami ibu orang mana ? Lalu saya jawab : Lampung, Prof. " Kemudian dia bertanya lagi : " Siapa yang bilang kalau ibu hamil anak kembar ? " Mendengar itu...perasaanku...sudah tidak enak... PASTI ADA SOMETHING yang gak beres nih.
Lalu saya jawab : Ya dokter X dong Prof...."
Kemudian Prof memarahi dokter X itu dengan bilang begini.. : X, kamu kalau bekerja itu yang teliti dan jangan ceroboh. Siapa bilang janin ibu ini kembar. Ini JANIN TUNGGAL... dan harus segera di- HENTIKAN KEHAMILANNYA...., karena ini JANIN RUSAK / TIDAK SEHAT "
Ternyata pertanyaan Prof tentang suami saya itu berasal dari mana, bukan pertanyaan basa-basi tetapi mengarah pada penyebab kelainan janinku....
Saat itu...JANTUNG saya seakan berhenti sesaat. JANIN TUNGGAL ? HARUS DETERMINATE ???
Oh..TUHAN...jangan...!! Dia anakku..., jangan biarkan dia menderita dan meninggalkan kami sebelum kami melihatnya hidup... !!
SEJAK SAAT ITU :
Setelah USG I dengan Profesor.., kondisiku sungguh2 dipantau oleh team RS di mana aku dirawat. Sebenarnya...aku harus segera menghentikan kehamilanku. Tapi AKU dan SUAMI ku bersikeras...TIDAK MAU menghentikan kehamilanku. Karena KAMI SANGAT PERCAYA AKAN " MUJIJAT TUHAN ".
Kami bayangkan..seandainya anak kami sdh dipaksakan MATI tapi ternyata dia lahir dengan kondisi NORMAL secara fisik..., apakah kami TIDAK AKAN MENYESALI seumur hidup ?
Lalu siapa lagi yang bisa membela kondisi janin dalam perutku kalau bukan kami ORTU-nya.
Hampir setiap hari team medis di RS sakit itu selalu menterorku dengan pertanyaan : " IBU.., kapan ibu mau HENTIKAN KEHAMILAN IBU ? KARENA NYAWA IBU TERANCAM...? "
Oh...TUHAN.... AKU dihadapkan pada pilihan yang sama-sama tidak mengenakkan karena :
1. Seandainya aku teruskan kehamilan.. : kondisi fisikku saat itu sudah lemah karena...perutku setiap saat terasa sakit kalau janin bergerak...pasti perutku akan kencang dan kaku...belum lagi aku hanya bisa tidur terlentang dan harus ditopang bantal di punggungku karena beban badanku sangat berat sehingga kasurnya menjadi keberatan. Lalu tekanan darahku naik terus...tanpa merasakan pusing sama sekali. Kulit di perutku saja sudah seperti balon yang kalau diisi air terlalu banyak kelihatan sangat tipis...
Karena berat badanku naik hampir menjadi 22 kg lebih...sangat over...
2. Seandainya aku gugurkan anak ini : Dia adalah anakku..., darah dagingku... Masa aku tega dan kejam sekali pada darah dagingku sendiri.
Akhirnya semuanya aku pasrahkan pada kehendak ILAHI. Aku selalu bilang begini : Tuhan...seandainya dia KAU ijinkan hidup..pasti dia akan lahirdengan sehat, tapi jangan biarkan MULUTKU yang mengucapkan... " IYA DOKETR, SAYA SETUJU UNTUK HENTIKAN KEHAMILAN INI ".
Saya hanya ingin TUHAN yang mengatur. Seandainya dia harus meninggal..., biarkan dia meninggal di dalam kandunganku atau dia lahir lalu langsung meninggal.., tapi jangan aku yang hentikan NAFASnya...., biarlah TUAHN yang ambil nafasnya..., biarlah TUHAN yang mengatur kehidupannya...
Itulah bunyi doaku setiap hari....
Beberapa hari kemudian saya dibawa ke RSCM untuk dambil darah janin...untuk di teliti. Team dokter mengelilingi saya waktu akan diambil DARAH JANIN dari atas pusarku....dan apa yang terjadi....???
Ternyata DARAH JANIN-ku yang diambil sebanyak 2 tabung suntik..warnanya KUNING seprti sirop... Warnanya bukan merah lagi....dan pihak LABORATORIUM tidak bisa untuk menelitinya karena...darah sudah rusak.
Ahkirnya Prof angkat tangan : " Ibu.., maaf saya tidak dapat menyemai untuk meneliti apa penyebab semua ini karena darah janin ibu sudah rusak...".
Singkat cerita..., saya tetap dengan IMAN saya bahwa saya sangat percaya akan MUJIJAT TUHAN !!
2 HARI SEBELUM OPERASI :
Malam hari saya bermimpi, saya menggendong seorang bayi...dan saya di datangi begitu banyak anak kecil mengaku pasukan surga yang mau mengambil anak saya. Lalu saya bilang pada mereka : " Kalau benar KALIAN UTUSAN KERAJAAN SURGA, COBA TUNJUKKAN CAP KERAJAAN SURGA. Seandainya ADA.., baru saya akan serahkan anak saya ini pada kalian.., karena TUHAN SENDIRI yang menyuruh KALIAN untuk mengambil anak saya !! " Begitu saya menantang mereka, dalam mimpi saya. Setelah itu..mereka pergi...tanpa membawa anak saya.
Saya terbangun...dan merenungi apa maksud mimpin saya. Kami ambil kesimpulan bahwa kami harus tetap dengan keputusan kami untuk mempertahankan janin ini apapun kondisinya dan apapun resiko yang harus aku hadapi....walau aku merasakan sakit, sampai YANG PUNYA SENDIRILAH yang mengambilnya.
2 hari kemudian..(tanggal 4 FEBRUARIi 2000) :
Menjelang magrib..., saya merasakan ada yang lepas dari tengkuk saya...sesuatu udara yang hangat. Spontan saya berujuar pada suamiku : " Wah Pa..., si ADEK sudah pergi....". Ternyata benar..., waktu suster memeriksa denyut nafas janin saya..., denyut itu sudah tidak teraba lagi....walaupun dicek berkali-kali
Suster terlihat panik dan menelpon dokter. Sekitar jam 9 malam dokter datang langsung meng-USG saya.... USG yang dilakukan dokter saja hampir 1 jam lamanya...untuk memastikan apakah benar anakku sudah tidak ada lagi nafasnya...
Hasilnya ternyata..." BAYI IBU SUDAH TIDAK ADA LAGI ",... dokter berkata dengan berlinang air mata ( padahal harusnya air mata itu jatuh dari mataku sendiri..tapi aku tidak menangis ).
Tapi...saya justru SANGAT BERSYUKUR, saya bilang ke dokter : " Dokter..., saya bahagia, saya bersyukur karena saya dan anak saya dilepaskan dari penederitaan ini. Anak saya sudah tidak menderita kesakitan lagi... dan sayapun terlepas dari dilema ... ". Saya bahagia karena TUHAN sudah mendengar doa saya bahwa hanya TUHAN yang mengambil nyawa anak saya tanpa saya harus menghentikan nafas anak saya Dok ".
Aku sendiri heran..kenapa aku tidak merasa SEDIH atau KEHILANGAN saat itu. Yang ada di HATI-ku hanya PERASAAN SYUKUR dan berterima kasih pada TUHAN atas MUJIJAT-Nya untukku dan untuk kami semua.Karena aku dan suami merasa itulah yang terbaik untuk kami semua....
Tapi persoalan lain muncul : malam itu aku tidak bisa operasi untuk mngeluarkan JANIN yang sudah MENINGGAL..., karena TENSI darahku di atas 200 sehingga tidak boleh opreasi karena kalau dioperasi...darhku sulit untuk membeku...terlalu BERBAHAYA menurut para dokter. Para medis agak panik malam itu karena aku mengandung jenazah..yang harus segera dikeluarkan..karena kalau tidak dikeluarkan...bisa2 pembuluh darah janin pecah dan meracuni aku sehingga akupun bisa ikut TIDAK ADA karena keracunan.
Supaya tensi turun, hampir tiap 1/2 jam sekali aku diberi obat penurun tekanan darah baik pil, suntikan supaya tensi turun dan aku segera dapat dioperasi.
5 FEBRUARI 2000 :
Hari itu adalah TAHUN NAGA EMAS yang menurut banyak orang tahun keberuntungan.
Pagi sekitar pukul 7 lebih..., tensi darahku dirasa cukup aman oleh dokter untuk segera dioperasi. Maka saya segera dichek keseluruhan. Sebelum masuk kamar operasi...KELUARGA BESAR-ku sudah berkumpul dan mendoakan aku yang harus bergelut dengan maut kembali. Herannya..." TIDAK ADA SATU KEKAWATIRAN- pun " yang aku rasakan.Padahal aku melihat wajah seluruh keluarga besarku saja terlihat sangat kawatir dan sedih. Aku hanya tersenyum...lepas..., BAHAGIA dan PASRAH...
Sesaat sebelum dibiuspun aku berpesan pada dokter bius bahwa aku tidak mau melihat anakku karena aku berkacamata dengan minus tebal..., dan efek bius pasti membuat aku tidak akan jelas melihat kondisi anakku. Daripada nanti aku penasaran lalu drop...lebih baik tidak melihat. Karena aku masih punya tanggung jawab untuk mengasuh anak pertamaku yang masih berumur 3 tahun...saat itu.
Lalu dokter bius bertanya padaku : " Ibu, ibu rela dan iklas untuk tidak melihat bayi ibu ? " Aku menjawab : " Saya sangat RELA & IKLAS dokter.., karena kami sudah bersama selama hampir 7 bulan ini. Biarlah dia pergi dalam damai dokter..". Dan dokterpun berkata : " Ibu benar...keiklasan itulah yang membuat janin ibu bertahan sekian bulan...karena kalau secara medis, kasus seperti ini akan membuat paling lama janin bertahan hanya 3 bulan, selebihnya dia akan gugur.., karena secara nalurisi janin ingin selalu dekat dengan ibu ".
Ahkirnya gunting operasi menyobek peruku..., dan sayup2 aku mendengar dokter berteriak : " TABUNG-TABUNG...cepat bawa tabung...banyak AIR keluar dari perut ibu ini... "
Ternyata....sekitar 3 liter air keluar dari perutku yang tertampung di tabung....AIR...
Yang membuat hati kami terhenyak...KONDISI BAYI kami : Seluruh kulit luarnya mngelupas..., yang tertinggal hanya kulit yang terdalam yang membungkus daging & tulangnya. Pantes...dia selalu bergerak kencang saat di perut..., ternyata..AKU KESAKITAN MAMA.. ( mungkin kata-kata itu yang mau dia ucapkan ke mamanya ).
Aku memang tidak melihat anakku..., aku melihatnya hanya dari fotonya saja..., itupun setelah 40 hari.
Siang hari jenazah anakku dimakamkan di Kampung Kandang dan diberi nama : " GILBERTUS NATUS SATOTO yang artinya ANAK YANG LAHIR DENGAN PENUH PERJUANGAN BERAT DARI SEMUANYA ".
Malam hari antara sadar dan ..., aku merasa di pundakku ada yang memegang...sebuah tangan mungil. Spontan aku bilang..., " SELAMAT JALAN SAYANG, MAAF TADI MAMA & PAPA GAK NGANTER ADEK SAMPAI DIMAKAMKAN. SELAMAT BERBAHAGIA DI SURGA NAK. JADILAH MALAIKAT KECIL TERUS UNTUK MAMA...". Ya...anakku jadi NAGA BONAR yang sudah terbang ke SURGA untuk ikut menjaga mama-papa dan kakaknya...
KESIMPULAN SECARA MEDIS :
1. Anakku terkena " ERRYTO HIDROP FETALIS " : yang menurut dokter darahnya menjadi rusak dan hancur. Dan kalaupun dia lahir...tindakan yang bisa dilakukan spt :
a. membuang darahnya yang asli lalu digantikan dengan darah yang baru atau dengan
b. masuk NICU dan tubuh anak akan diselimuti oleh banyak kabel yang menopang hidupnnya
seumur hidup.
Tapi menurut dokter semuanya akan sia-sia karena begitu lahir bisanya si anak langsung meninggal. Mengapa si janin bisa tumbuh selama ini itu karena anak masih mendapatkan survum ( suplay oksigen dan makan dari ibu ).
2. Awalnya diagnosa dokter mengatakan bayiku KEMBAR IDENTIK ...., ternyata itu merupakan " HALO / BAYANGAN ". Memang beberapa kali USG kami melihat di layar bahwa ada 2 gerakan janin dan 2 denyutan jantung. Tapi ternyata itu hanya merupakan bayangan saja.
3. Sebenarnya waktu itu jenasah anakku mau diotopsi oleh dokter untuk mengetahui penyebabnya. Tadinya diperkirakan oleh dokter karena " KELAINAN RHESUS " ( pertanyaan prof ttg asal suamiku ternyata dia kira aku menikah dengan orang eropa yang kadang rhesusnya bertentangan dengan rhesus orang asia ). Mengapa team dokter ingin mengetahui penyebabnya. Karena mereka agak bingung, setelah kami ( saya dan suami dichek lengkap ttg darah dll...kami normal semua...). Tapi keluarga besar kami tidak mengijinkan untuk diotopsi..., biarlah anakku tidur tanpa harus diotak-atik lagi.., kasian dia..selama di kandungan sudah menderita sakit...dan mau dimakamkan pun harus dibedah dulu...tidak usah begitu pertimbangan kami.
Sebenarnya kasus kehamilan yang aku alami ini merupakan kasus yang jarang terjadi, ibaratnya 1 : 1000 wanita Indonesia...begitu menurut Prof. Makanya team medis ingin sekali meneliti bayiku.
Itulah sepenggal cerita hidup dariku...seorang IBU yang harus berjuang dalam MENGANDUNG sampai MELAHIRKAN BUAH HATINYA. Aku bukan ingin dikatakan sombong, tapi aku hanya ingin berbagi kisah...bahwa dalam masa mengandung sampai melahirkan.., kita harus selalu teliti & terutama kuat dengan resiko apapun...demi anak...
Resiko untuk tidak bekerja lagipun dengan senang hati aku terima..karena aku ingin..anak2ku..aman dalam dekapanku... Aku tidak menyesal harus keluar dari pekerjaanku dulu...
Karena menurutku.., "Ibaratnya Uang seberapapun banyak kita cari & kita dapat tapi kalau TUHAN BILANG HABIS...maka akan hilang...; begitu pula kita tidak ingin anak...tapi kalau Tuhan bilang DAPAT...pasti akan kita peroleh...ataupun sebaliknya.... "
Hanya ke-Pasrahan TOTAL & SYUKUR yang harus selalu kami panjatkan untuk-NYA.
Aku ingat kata-kata yang diucapkan oleh ibuku waktu melahirkan anak pertamaku dulu : " Jadi seorang IBU itu harus KUAT & punya Tenaga ekstra... Kamu tahu...seorang wanita diberikan Tuhan mental & tenaga melebihi laki2 di saat-saat tertentu..." Dan itu benar...aku alami.
Jadi...., JANGAN BIARKAN BUAH HATI KITA YANG SUDAH TERLAHIR... MENDERITA KARENA KITA ORANG TUANYA...karena dia hanyalah TITIPAN TUHAN . Tugas kita hanyalah mengasuh dengan sebaik2nya..penuh SENYUM & CINTA tanpa terpaksa, tanpa amarah dan penyesalan ...hanya untuk mereka.....anak yang manis-manis !!.... :)
GBU ALLS...from ME... :)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar